Barus

Sejak berabad lamanya dan bahkan hingga saat detik ini, kapur barus dimanfaatkan oleh seluruh dunia sebagai wewangian hingga obat-obatan. Indonesia boleh berbangga hati karena salah satu wilayah di Sumatera Utara, merupakan primadona penghasil komoditi tersebut. Selengkapnya »

Istana Maimun

Setiap kota biasanya memiliki ikon yang menjadi penanda sekaligus kebanggaan masyarakatnya. Nah, di Medan Istana Maimun adalah ikon sekaligus kebanggaan kota dan warga Medan Selengkapnya »

Air Terjun Sipiso-piso

Air Terjun Sipiso-piso merupakan sebuah kawasan wisata alam yang terletak tidak jauh dari permukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Selengkapnya »

Masjid Raya Medan

Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam sebagai pemimpin Kesultanan Deli memulai pembangunan Masjid Raya Al Mashun pada tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H). Keseluruhan pembangunan rampung pada tanggal 10 September 1909 (25 Sya‘ban 1329 H) Selengkapnya »

Danau Toba

Danau Toba merupakan keajaiban alam menakjubkan di Pulau Sumatera. Sulit membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi di Sumatera Utara selain danau ini. Selengkapnya »

Salju Panas Dolok Tinggi Raja

Sumber air panas yang mencapai suhu sekitar 90 derajat celcius Kawah Putih Tinggi Raja ini berasal dari bukit-bukit kecil yang ada di daerah tersebut, sehingga air panas itu bisa untuk merebus telur hingga matang. Selengkapnya »

Tangkahan

Tangkahan sering disebut sebagai surga tersembunyi Sumatera, hutan lebat dan topografi Tangkahan yang mengagumkan, membuat desa ini menjadi tempat wisata yang luar biasa. Selengkapnya »

Danau Linting

Senembah Tanjung Muda (STM) Hulu, tepatnya Desa Sibunga-bunga Hilir terdapat objek wisata yang tidak kalahnya dengan objek-objek wisata lain, yang keberadaannya diatas perbukitan desa dengan luas sekitar 1 ha. Selengkapnya »

Aek Sijornih

Mungkin karena airnya yang bening, dingin dan jernih membuat air pemandian dari bebukitan ini dinamakan Aek Sijornih. Dalam bahasa Tapanuli Selatan, Aek (sungai) dan Jornih berarti (jernih), artinya air/sungai yang jernih. Selengkapnya »

Bukit Lawang

Jelajahi hutan Sumatera dan rasakan petualangan outdoor ditemani orangutan selama Anda berada di desa di dalam hutan Bukit Lawang di sebuah desa kecil yang terletak di selatan Taman Nasionjal Gunung Leuseur. Selengkapnya »

Pulau Samosir

Pulau Samosir adalah sebuah pulau vulkanik di tengah Danau Toba di provinsi Sumatera Utara. Sebuah pulau dalam pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut menjadi perhatian para turis. Selengkapnya »

Penangkaran Buaya Asam Kumbang

Bila anda mencari wisata menarik di Medan, dan ingin mencari objek wisata murah, nyaman, unik, menarik dan beda dari yang lain, maka jawabannya ialah “Penangkaran Asam Kumbang”. Selengkapnya »

Danau Lau Kawar

Alkisah, berbagai sumber menyebutkan bahwa sebelum menjadi sebuah danau, Lau Kawar merupakan kawasan pertanian yang sangat subur. Ladang tersebut merupakan bagian dari wilayah Desa Kuta Gugung. Selengkapnya »

Gunung Sibayak

Pemandangan matahari terbit dari puncak gunung akan membuat anda terperangah. Kilau kemunculan sinar matahari akan menerpa wajah Anda memberikan suasana hangat, menggantikan hawa dingin perjalanan Anda. Selengkapnya »

Air Terjun Telaga Dwi Warna Sibolangit

Sibolangit merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia, berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Karo, memiliki tofografi alam yang berbukit-bukit, nan indah dan sejuk . Selengkapnya »

Cagar Alam Sibolangit

Lokasi wisata ini terletak di Kec. Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Terletak pada ketinggian 500 meter di atas permukaan laut dan berbukit, dengan kondisi jalan menuju lokasi yang sangat baik, Selengkapnya »

Wildlife Museum & Gallery

Merupakan sebuah tempat wisata yang sangat menarik di kotaMedan, Sumatera Utara, dengan beragam koleksi mengagumkan berbagai binatang liar diawetkan yang berasal dari tempat berburu di berbagai penjuru dunia. Selengkapnya »

Kampung Madras Medan

Kampung Keling (juga disebut Kampung Madras) adalah nama bagi sebuah kawasan seluas sekitar 10 hektare di Kota Medan, Indonesia yang pernah mempunyai komunitas India yang besar. Selengkapnya »

Rumah Tjong A Fie

Tjong A Fie dikenal dermawan dan sangat dekat dengan masyarakat pribumi dan Tionghoa kota Medan sehingga ia disenangi orang-orang. Sebagai dermawan, ia banyak menyumbang untuk warga yang kurang mampu. Selengkapnya »

Museum Batak Balige

Berlokasi di Jalan Pagar Batu No. 88 Balige, Toba Samosir, Sumut, atau tepatnya di Komplek TB Silalahi Center, Desa Soposurung, Balige dan Center berada di pinggiran Danau Toba sehingga menyuguhkan panorama yang memikat. Selengkapnya »

Desa Jangga - Cultural Village

Terletak di lereng bukit yang indah, pengunjung yang datang ke desa Jangga ingin bertemu dengan orang Batak asli dan melihat bagaimana budaya mereka yang unik terus berkembang hingga saat ini. Selengkapnya »

Pulau Mursala

Kapal cepat berlayar mengarungi Teluk Tapanuli menuju salah satu pulau di dekatnya. Hutan lebat membungkus pulau tersebut, mengisyaratkan pulau yang cukup besar itu seakan terisolasi dan tidak berpenghuni. Selengkapnya »

 

Rahmat Int’l Wildlife Museum & Gallery

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery adalah merupakan sebuah tempat wisata yang sangat menarik di kotaMedan, Sumatera Utara, dengan beragam koleksi mengagumkan berbagai binatang liar diawetkan yang berasal dari tempat berburu di berbagai penjuru dunia.

Sekitar 2000 binatang, besar dan kecil, ditata dengan artistik dan elegan sesuai dengan habitat mereka di dalam ruangan-ruangan berpendingin penuh di Jl. S. Parman 309, Medan.

Rahmat-International-Wildlife-Museum-GalleryRahmat International Wildlife Museum & Gallery, yang konon merupakan galeri satwa liar yang pertama di Asia Tenggara, adalah milik dari Rahmat Shah, seorang pengusaha dan pemburu profesional. Rahmat adalah orang Indonesia pertama yang menerima beberapa penghargaan dan pengakuan internasional seperti The Big Five Grand Slam Awards dan World Hunting Awards.

Tampak muka dan pintu masuk ke Rahmat International Wildlife Museum & Gallery yang tampaknya sudah atau akan berubah. Boks penjualan tiket berada di sebelah kanan tempat parkir. Tiket masuk adalah Rp.25.000 per orang, ditambah Rp.10.000 untuk night safari, jika mau, dan Rp.20.000 jika ingin memotret.

Di bagian depan terdapat beberapa memorabilia yang dipajang, bersebelahan dengan sebagian koleksi Rahmat International Wildlife Museum & Gallery. Koleksi burung ada dalam kelompok yang disebut Pheasants of the world yang ditata dengan sangat artistik.

Ada pula koleksi The African Big Five yang terdiri dari Banteng, Gajah, Cheetah, White Rhino dan Singa yang menjadi salah satu pajangan mengesankan di museum ini.

Kambing gunung dalam koleksi The goats of mountain Rahmat International Wildlife Museum & Gallery. Penataan koleksi binatang yang sesuai dengan habitatnya, serta binatang pajangan yang semuanya asli dan dalam kondisi yang sangat baik adalah kekuatan dari musuem ini.

Bahwa melihat binatang-binatang itu dalam keadaan mati ada juga perasaan kasihan. Namun memelihara semua binatang itu dalam keadaan hidup di luar habitatnya membutuhkan tempat sangat luas dan biaya tak sedikit.

Lagipula mereka semua pada akhirnya akan mati juga, dan kematian mereka mestinya telah diatur oleh pengelola tempat berburu yang memperhatikan prinsip konservasi. Begitulah kira-kira pembenaran pembunuhan binatang-binatang itu oleh para pemburu profesional.

Berbagai jenis kucing kecil dan besar dalam koleksi Cats of the World. Macan, Macan Tutul, Cheetah, Singa dan sejenisnya merupakan binatang buas yang keberlangsungan hidupnya terdesak hebat oleh tumbuh pesatnya permukiman penduduk dan pembabatan hutan di banyak tempat di dunia.

Pada bagian akhir Rahmat International Wildlife Museum & Gallery saya juga sempat melihat koleksi The Night Safari yang ditata seperti tengah melihat kehidupan hewan di hutan pada malam hari.

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery merupakan sebuah tempat yang wajib dikunjungi jika anda memiliki waktu luang ketika tengah berada di Kota Medan.

Sebagian besar binatang yang disimpan di dalam Rahmat International Wildlife Museum & Gallery dikumpulkan oleh pemiliknya dari kegiatan berburu resminya, dengan memakai konsep standar dunia conservation by utilization untuk pencegahan terhadap kepunahan dan untuk peningkatan populasi satwa liar di habitat mereka yang asli.

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery dilengkapi dengan perpustakaan berisi buku tentang jenis satwa dan habitatnya dari berbagai negara, Gift Shop yang menyediakan berbagai cinderamata, Hunters Cafe dengan Audio Visual tentang perburuan konservasi, Studio Photo yang menyediakan fotografer profesional, dan Multi Function Room di lantai 3 dengan koleksi barang pribadi para legendaris dan maestro dunia.

FacebookTwitterGoogle+Share